24
Feb
09

PENDIDIKAN SEKS:UPAYA PREVENTIF PERILAKU SEKSUAL PRA-NIKAH

h2dywordpresscom1Buku Pendidikan Seks untuk Anak dalam Islam ini sangat bagus untuk digunakan sebagai pedoman oleh para orang tua dan para pendidik dalam mengajarkan masalah seks pada para remaja. Buku ini tidak hanya diperuntukkan bagi keluarga yang mempunyai latar belakang Muslim saja karena bahasan yang ada dalam buku ini sangat sesuai dan tidak bertentangan dengan pemikiran-pemikiran para tokoh dalam bidang psikologi dan tidak bertentangan dengan hasil penelitian-penelitian yang dilakukan oleh para seksolog Barat dan Eropa. Meskipun ada beberapa konsep, ide, atau gagasan-gagasan dalam buku ini yang kebenarannya belum dapat dibuktikan secara ilmiah….Tetapi pembaca tidak perlu apatis, karena tidak semua kebenaran dapat dibuktikan secara ilmiah dan tidak semua yang ilmiah adalah suatu kebenaran bukan?. Konsep id (libido sexual), ego (diri), dan superego (introyeksi nilai) dan juga konsep bahwa semua individu lahir dengan membawah dorongan negatif yang dikemukakan oleh Freud juga bukan sesuatu yang ilmiah…tetapi tidak sedikit dari kita yang menggunakan gagasan Freud tersebut sebagai dasar dalam menganalisis suatu masalah. Sebaliknya gagasan Darwin tentang manusia berasal dari kera yang didasari dengan cara berfikir ilmiah…pada akhirnya juga disangsikan dan mendapat perlawanan dari para ilmuwan.He he he kok jadi ngelantur ya….yang jelas buku ini patut dijadikan referensi sebagai pedoman untuk memberikan pendidikan seks pada para remaja. Nah….bagi yang tertarik lanjutkan pembacaan Jenengan, semoga bermanfaat.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TUMBUHNYA PERMASALAHAN
Dalam buku ini Madani menjelaskan bahwa pada dasarnya tidak hanya faktor lingkungan saja yang dapat mempengaruhi muculnya perilaku seks menyimpang dikalangan remaja, tetapi juga dapat disebabkan oleh faktor gangguan hormonal dan faktor genetik untuk faktor genetik ini pembaca harus menggunakan paradigma bahwa tidak semuanya yang benar itu harus dapat dibuktikan secara ilmiah.

1. Gangguan hormonal
Temperamen seseorang baik anak-anak maupun dewasa berkaitan dengan hormon, begitu juga dengan perilaku seks. Aktivitas seksual sangat berkaitan dengan terpendamnya kedua kelenjar anak-anak, yaitu thymus dan pineal. Ketika kedua kelenjar tersebut dinonaktifkan maka timbuhlah kelenjar-kelenjar seksual. Tumbuhnya kelenjar seksual yang terlalu dini akan mengakibatkan anak untuk berperilaku seksual menyimpang.

2. Faktor genetik
Faktor genetik ini mencakup sifat-sifat orang tua dan orang yang menyusui anak serta hubungan seksual (yang dilakukan oleh orang tua saat memproduksi anak). Artinya bahwa sifat-sifat yang dimiliki oleh orang tua dan sifat-sifat yang dimiliki oleh orang yang menyusui itu juga sangat berpengaruh terhadap perilaku anak. Selain itu Waktu, tempat dan kondisi saat orang tua melakukan hubungan seksual juga sangat berpengaruh terhadap perilaku anak. Nabi Muhammad pernah menjelaskan kepada Ali bahwa situasi yang dilarang melakukan hubungan seksual adalah saat takut, gelisah, telah mengkonsumsi hal-hal yang memabukkan, karena hal tersebut dapat menghasilkan perangai negatif pada aspek biologis seperti cacat mental dan lain sebagainya. Saya bribadi sangat yakin semua agama akan melarang hubungan seksual dalam kondisi seperti diatas.

3.Faktor lingkungan
a. Ketidak tahuan orang tua akan pendidikan seks. Banyak orang tua yang tidak mengerti konsep pendidikan seks, sehingga mereka cenderung menyembunyikan masalah seks dari anak-anak, dan membiarkan mereka mencari informasi diluar rumah yang justru sering mengarahkan mereka pada solusi yang menjerumuskan. Para seksolog Barat menganjurkan agar anak dikenalkan dengan pendidikan seks sejak dini.
b. Rangsangan seksual dalam keluarga. Kebanyakan para orang tua kurang mampu menjaga perilaku seksualnya dihadapan anak, misalnya: Bermesraan didepan anak, berciuman didepan anak atau perilaku-perilaku kecil lainnya yang dapat menimbulkan rasa penasaran dan rangsangan seks pada anak.
c. Anak tidak terlatih untuk meminta izin. Masih banyak orang tua yang tidak membiasakan anak untuk meminta ijin ketika masuk kamar orang tua, sehingga terkadang anak dapat melihat aktivitas seksual orang tua.
d. Tempat tidur yang berdekatan. Kebanyakan orang tua belum mengerti, bahwa membiarkan anak tidur dalam satu selimut dengan saudaranya, atau membiarkan anak laki-lakinya yang sudah remaja tidur dengan anak perempuannya dapat menyebabkan munculnya perilaku seks menyimpang.
e. Orang tua memandang remeh ciuman anak laki-laki dan perempuan pada periode terakhir masa kanak-kanak, padahal hal ini juga dapat memicu munculnya perilaku seks penyimpang.
f. Keluarga mengabaikan pengawasan terhadap media informasi, sehingga anak mudah meniru perilaku-perilaku berciuman bermesraan dan lain sebagainya yang tidak jarang diperagakan oleh artis-artis di TV.
g. Teman yang tidak baik juga sangat berpengaruh terhadap munculnya perilaku seks menyimpang.

MEMPERSIAPKAN PENDIDIKAN SEKS BAGI ANAK
Pendidikan seks harus dipersiapkan sejak dini sebelum anak memasuki masa remaja, hal ini dimaksudkan untuk mempersipakan anak dalam menghadapi gejolak-gejolak seksual yang diakibatkan oleh tumbuhnya kelenjar seks pada periode itu. Persiapan pendidikan anak tersebut dapat berupa menghindarkan anak dari melihat sesuatu yang dapat merangsang tumbuhnya kelenjar seksual, memberikan penjelasan kepada anak tentang bertumbuhan fisik yang dialaminya, mengajarkan anak bagaimana cara menggunakan “pembalut” yang baik pada saat haid dan lain sebagainya. Para ilmuwan Barat dan para perumus hukum Islam telah menekankan pentingnya kedua orang tua untuk bersikap sopan dihadapan anak-anaknya yang masih kecil, karena hal tersebut mempunyai pengaruh positif dalam membentuk perilaku seksual bagi setiap individu ketika dia telah mancapai usia matang. Namun demikian yang perlu ditekankan disini bahwa pendidikan seks harus terus diberikan sampai anak menginjak dewasa.

Freud dalam gagasannya tentang libido sexual yang walaupun sulit dibuktikan secara ilmiah, menegaskan bahwa manusia lahir dengan membawah dorongan-dorongan seksual. Menurut Freud ada tiga fase dalam penyaluran dorongan seksual yaitu fase oral (kepuasan terletak di mulut), fase anal (pada fase ini anak sangat suka memainkan “dubur” atau anus) dan fase phalic (pada fase ini kepuasan seksual ada pada kelamin). Para seksolog Barat dan Islam sepakat dengan gagasan Freud tersebut, sehingga mereka menekankan pentingnya mempersiapkan pendidikan sejak dini. Tetapi para seksolog Islam tidak sepakat dengan gagasan Freud bahwa pendidikan seksual harus lebih difokuskan pada periode awal masa anak. Sebaliknya para seksolog Islam lebih sepakat untuk memfokuskan pendidikan seks pada periode akhir masa anak, dengan dasar-dasar sebagai berikut:

Nabi Muhammad saw. bersabda, anak-anak adalah raja pada usia 7 tahun (7 tahun pertama), hamba pada 7 tahun kedua dan menteri pada 7 tahun berikutnya. Kamu harus merasa senang kalau pada usia 11 tahun akhlaknya baik. Jika tidak pukullah perutnya, karena kamu harus telah meluruskan akhlaknya pada usia 11 tahun. Al-Hadist

Maksud hadis diatas adalah: Pada 7 tahun pertama anak dimanjakan, pada 7 tahun kedua anak diajarkan disiplin, dan pada 7 tahun ketiga anak diperlakukan layaknya teman (untuk berdiskusi, diseri tanggung jawab, dan lain sebagainya).

TUJUAN PENDIDIKAN SEKS
Mungkin sebagian dari kita masih menganggap bahwa pendidikan seks justru akan mengarahkan anak pada perilaku seksual penyimpang, pandangan seperti ini dapat disebabkan oleh kurangnya pengertian tentang tujuan dari pendidikan seks itu sendiri. Pendidikan seks bukan berarti mengajarkan anak untuk berperilaku seksual penyimpang, tetapi sebaliknya memberikan pengertian yang benar kepada anak tentang aturan-aturan dalam berhubungan seksual, apa saja yang boleh dilakukan dan apa saja yang boleh dilakukan oleh anak sesuai dengan tingkat perkembanganny. Menurut Profesor Gawshi, pendidikan seks adalah bertujuan untuk memberikan pengetahuan yang benar kepada anak dan menyiapkannya untuk beradaptasi secara baik dengan sikap-sikap seksual dimasa depan kehidupannya; dan pemberian pengetahuan ini menyebabkan anak memperoleh kecenderungan logis yang benar terhadap masalah-masalah seksual dan reproduksi.

BEBERAPA ASPEK YANG PERLU DIBERIKAN DALAM PENDIDIKAN SEKS
Dalam memberikan pendidikan seks orang tua harus memasukkan aspek-aspek ketuhanan, misalnya memberikan penjelasan kepada anak, tentang asal mula kehidupan ini, apa yang harus dilakukan oleh manusia di dunia dan kemana manusia akan kembali untuk mempertanggung jawabkan perilaku yang telah diperbuat semasa hidupnya. Hal ini perlu diberikan sebagai doktrin dan sekaligus sebagai energi yang akan mengarahkan arah perilaku anak. Selain itu orang tua juga perlu memasukkan aspek kemanusiaan, menjelaskan tentang pentingnya menjaga kehormatan diri dihadapan orang lain, seperti tidak membiarkan orang lain melecehkannya secara seksual, tidak memperlihatkan bagian tubuhnya yang sesual kepada orang lain (dalam Islam telah diatur tentang perlunya menjaga aurat).

UPAYA PREVENTIF UNTUK MENCEGAH PERILAKU SEKSUAL PENYIMPANG
Upaya pendegahan dapat dilakukan sejak dini oleh orang tua, dengan memperhatikan faktor-faktor yang dapat menyebabkan munculnya perilaku seksual penyimpang sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya. Penggunaan sentuhan spiritualitas ketika orang tua melakukan hubungan seksual juga sangat dianjurkan sebagai upaya preventif, seperti membaca do’a sebelum bersenggama, membaca do’a memohon anak dan lain sebagainya.

Agar pemahaman pembaca tentang pendidikan seks untuk anak lebih lengkap, tidak ada salahnya jika pembaca membeli bukunya he he he bukan promosi lho…

imagesJudul Asli: Attarbiyah Al-Jinsiyah Lil-Athfaal Wa Al-Baalighiin
Judul Terjm : Pendidikan Seks Untuk Anak dalam Islam
Penerbit : Pustaka Zahra:Jakarta
Tebal : 262 halaman.

ARTIKEL INI JUGA DAPAT DILIHAT DI
SUHADIANTO.BLOGSPOT.COM.

UNTUK MELIHAT TULISAN-TULISAN SAYA DALAM BENTUK MS. WORD, MS. EXCEL, MS. POWER POINT , PDF DAPAT DILIHAT DI
IKAPSI.MULTIPLY.COM.

ARTIKEL TERKAIT:
ARTIKEL TERKAIT:

KONSEP DIRI POSITIF:KUNCI KEBERHASILAN HIDUP
.


0 Responses to “PENDIDIKAN SEKS:UPAYA PREVENTIF PERILAKU SEKSUAL PRA-NIKAH”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


PROFIL PENULIS

Suhadianto, S.Psi,M.Psi, Psikolog Dosen Fakultas Psikologi UNTAG 1945 Surabaya------Dosen LB Fakultas Psikologi dan Kesehatan UINSA Surabaya

ARSIP ARTIKEL TERDAHULU

Masukkan Code ini K1-89CB9F-A untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com