04
Feb
09

TUTORIAL PENGHITUNGAN DAN ANALISIS HASIL UNTUK PENELITIAN KORELASIONAL

weekend73Dalam penelitian kuantitatif, yaitu penelitian yang mendekatkan analisisnya pada data numerik atau angka (Alsa, 2004) banyak sekali jenis penelitian yang dapat dilakukan, mulai dari penelitian korelasional, penelitian inferensial, sampai dengan penelitian eksperiment.

Penelitian ex post facto atau penelitian korelasional, adalah suatu penelitian yang bertujuan untuk mengetahui
akibat dari suatu tindakan atau bertujuan untuk mengetahui hubungan antar variabel (M. Nazir, 1988). Penelitian korelasional mendeteksi sejauh mana variasi-variasi pada suatu faktor berkaitan dengan variasi-variasi pada satu atau lebih faktor yang lain berdasarkan pada koefisien korelasi (Suryabrata, 1987).Sebagai contoh misalnya seorang peneliti ingin mengetahui, apakah ada hubungan antara Kecerdasan Emosi dengan Perilaku Delinkuen Pada Remaja. Untuk tujuan ini peneliti dapat menggunakan penelitian korelasional, yang bertujuan untuk menguji apakah terdpat hubungan antara variabel kecerdasan emosi dengan variabel perilaku delinkuen.

Dalam penelitian korelasional, dikenal dua model hubungan, yaitu hubungan negatif atau korelasi negatif dan hubungan positif atau korelasi positif. Yang dimaksud dengan korelasi negatif adalah suatu hubungan yang saling bertolak, dimana kenaikan pada suatu varibel akan diikuti penurunan pada variabel yang lain. Sebagai contoh: pada judul penelitian hubungan kecerdasan emosi dengan perilaku delinkuen, peneliti menentukan hipotesis penelitiannya berbunyi “ada hubungan negatif antara kecerdasan emosi dengan perilaku delinkuen”, artinya peningkatan skor subjek pada varibel kecerdasan emosi akan diikuti penurunan skor subjek pada variabel perilaku delinkuen, atau dengan kata lain semakin tinggi kecerdasan emosi seseorang akan semakin rendah perilaku delinkuennya.Adapun yang dimaksud dengan hubungan positif atau korelasi positif adalah suatu hubungan yang searah, dimana kenaikan pada suatu variabel akan diikuti oleh kenaikan pada variabel lainnya. sebagai contoh seorang peneliti ingin meneliti hubungan antara prokratinasi akademik (perilaku tidak menunda belajar) dengan prestasi belajar siswa, peneliti menentukan hipotesis penelitiannya berbunyi “ada hubungan positif antara prokrastinasi akademik dengan prestasi belajar siswa”, artinya peningkatan skor subjek pada variabel prokrastinasi akan diikuti oleh kenaikan skor subjek pada varibel prestasi belajar.Dengan kata lain semakin tinggi prokrastinasi akademik yang dimiliki oleh siswa akan semakin tinggi nilai prestasi belajar siswa.

Jumlah minimal subjek penelitian yang dapat diterima dalam penelitian korelasional adalah N=30 (Singarimbun, 1989).Adapun menurut Sutrisno Hadi (1992), tidak ada ketetapan mutlak mengenahi besar kecilnya sampel dan untuk “menampung” kesesatan karena kecilnya sampel salah satunya adalah dengan memberi syarat lebih berat dalam mengetes taraf signifikansi.

Salah satu analisis korelasi yang dapat digunakan adalah korelasi Product Moment Pearson, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan analisis korelasi product moment, yaitu:
1.Penelitian terdiri dari satu varibel bebas (biasa disebut variabel X atau Independent variabel) dan satu variabel terikat (biasa disebut variabel Y, atau dependent variabel).
2.Data kedua variabel berbentuk data kuantitatif (interval atau rasion).
3.Data berasal dari populasi yang berdistribusi normal.Untuk itu sebelum melakukan analisis korelasi ada uji asumsi yang harus dilakukan, yaitu uji normalitas sebaran dan uji linieritas hubungan.

CONTOH KASUS:
SEORANG PENELITI INGIN MENGETAHUI HUBUNGAN ANTARA PROKRASTINASI AKADEMIK DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA, setelah dilakukan penyebaran SKALA PROKRASTINASI AKADEMIK dan menggunakan nilai PRESTASI BELAJAR SISWA, diperoleh data sebagai berikut:

PROKRASTINASI AKADEMIK
46
56
57
84
53
88
51
96
86
75
63
68

70
65
70
54
76
86
90
70
80
67
56
68
54
68
65
77
66
98
PRESTASI BELAJAR
5
7
6
4
6
9
5
9
9
7
9
7
7
8
6
5
5
8
8
9
9
9
6
6
5
5
8
8
8
9

PENELITI MENENTUKAN HIPOTESIS PENELITIANNYA “ADA HUBUNGAN POSITIF ANTARA PROKRASTINASI AKADEMIK DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA” DENGAN MENGGUNAKAN TARAF SIGNIFIKANSI 5% ATAU P=0.05.

CARA ANALISIS DATA
1. Klik File – New – Data
2. Klik Variabel View (Kanan bawah)
3. Isikan nama variabel pada kolom name (Misal X untuk prokrastinasi akademik dan Y untuk prestasi belajar)
4. Kolom Type, Klik Numeric karena penghitungannya berupa angka
5. Kolom width isikan 8 dan Decimals isikan 2
6. Kolom Label isikan keterangan untuk melengkapi kolom Name (Misal: Prokrastinasi dan Prestasi belajar).
7. Klik Data View – Isikan data tersebut diatas, 30 data pada kolom X untuk varibael prokrastinasi dan 30 data pada kolom Y untuk variabel Prestasi belajar.
8. Klik File – Save untuk menyimpan data (beri nama yang anda inginkan, misal prokrastinasi).
9. Klik Analyze – Correlation – Bivariate.
10. Klik variabel X dan Y – pindahkan ke kotak Variables
11. Pilih Pearson pada kolom Correlation Coefficents
12. Pilih Two Tailed pada kolom Test of Significant
13. Klik Continue
14. Klik OK

AKAN DIPEROLEH OUTPUT SEPERTI DIBAWAH INI, Klik File – Save untuk menyimpan hasil.


INTERPRETASI HASIL ANALISIS

1. Hasil penghitungan yang telah dilakukan diperoleh koefisien korelasi sebesar r=0.541.
2. Langkah selanjutnya, lihat nilai r dalam tabel korelasi product moment dengan N=30 dan taraf signifikansi P=0.05. Diperoleh nilai r tabel sebesar 0.361. Dengan demikian koefisien korelasi yang diperoleh (0.541) adalah lebih besar dari nilai r dalam tabel (0.361), yang berarti ada hubungan yang signifikan antara Prokrastinasi akademik dengan Prestasi belajar siswa.
3. Karena nilai koefisien korelasi yang diperoleh bertanda positif, berarti ada hubungan positif antara prokrastinasi akademik dengan prestasi belajar. Artinya semakin tinggi prokrastinasi akademik siswa akan semakin tinggi nilai prestasi belajarnya.

KESIMPULAN
Dari analisis yang telah dilakukan, dapat ditarik kesimpulan bahwa hipotesis penelitian yang berbunyi ADA HUBUNGAN POSITIF ANTARA PROKRASTINASI AKADEMIK DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA adalah benar.

CATATAN:
JIKA NILAI KOEFISIEN KORELASI YANG DIPEROLEH BERTANDA NEGATIF BERARTI HUBUNGAN ANTAR VARIABEL ADALAH NEGATIF.

DAFTAR PUSTAKA
Alsa., Asmadi, 2004, Pendekatan Kuantitatif Kualitatif Dalam Penelitian Psikologi, Yogyakarta:Pustaka Pelajar.

Black., James A. & Dean J. Champion, 1992, Metode dan Masalah Penelitian Sosial, terjemahan oleh E. Koeswara, dkk, Jakarta:PT Refika.

Hadi Sutrisno, 1992, Metodologi Research Jilid 1, Yogyakarta: Andi.

___________, 1992, Metodologi Research Jilid 2, Yogyakarta: Andi.

Singarimbun, Masri, 1989, & Sofian Efendi, Metode Penelitian Survai, Edisi Revisi,Jakarta:LP3ES.

ARTIKEL INI JUGA DAPAT DILIHAT DI
SUHADIANTO.BLOGSPOT.COM.

UNTUK MELIHAT TULISAN-TULISAN SAYA DALAM BENTUK MS. WORD, MS. EXCEL, MS. POWER POINT , PDF DAPAT DILIHAT DI
IKAPSI.MULTIPLY.COM.


1 Response to “TUTORIAL PENGHITUNGAN DAN ANALISIS HASIL UNTUK PENELITIAN KORELASIONAL”


  1. Maret 24, 2010 pukul 4:47 am

    bagus, pinjam pake buat mklah ya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


PROFIL PENULIS

Suhadianto, S.Psi,M.Psi, Psikolog Dosen Fakultas Psikologi UNTAG 1945 Surabaya------Dosen LB Fakultas Psikologi dan Kesehatan UINSA Surabaya

ARSIP ARTIKEL TERDAHULU

Masukkan Code ini K1-89CB9F-A untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com