17
Des
08

MEMORI DAN DEWA MNEMOSYNE

Memori atau ingatan dalam The New Encyclopedia Britanica (1994) diartikan sebagai kemampuan menyimpan dan mendapatkan informasi setelah pikiran manusia mendapat pengalaman. Dalam Ensiklopedia Nasional Indonesia memori didefinisikan sebagai kemampuan organisme untuk menyimpan informasi sebagai hasil belajar, dan cara memproduksi informasi tersebut sebagai reaksi atas jawaban stimulus tertentu (Ensiklopedia Nasional, 1990). Porter (1999) mengartikan memori sebagai suatu kemampuan untuk mengingat apa yang telah diketahui.

Dalam kamus Psikologi ingatan diartikan sebagai fungsi mental yang kompleks untuk mengingat kembali apa yang pernah dialami atau dipelajari dan bisa melakukan retention. Retention diartikan sebagai penyimpanan dalam ingatan terhadap sesuatu yang telah dipelajari supaya dapat dipakai dalam recall. Recall diartikan sebagai suatu tipe pengembalian ingatan dimana dengan isyarat minimum seseorang dapat mengingat kembali pengalaman atau informasi yang telah dipelajari sebelumnya (Gulo, 1982).

Menurut Suharnan (2005) memori menunjuk pada suatu proses penyimpanan dan pemeliharaan informasi sepanjang waktu (mainting information overtime). Menurut Jensen (2002) memori juga merupakan proses biologi, yakni informasi diberi kode dan dipanggil kembali, dalam ingatan terdapat kumpulan reaksi elektrokimia yang rumit yang diaktifkan melalui beragam saluran inderawi dan disimpan dalam jaringan syaraf yang sangat rumit dan unik diseluruh bagian otak.
Sementara Santrock (2005) menjelaskan bahwa memori adalah unsur perkembangan kognitif, yang memuat seluruh situasi yang didalamnya individu menyimpan informasi yang ia terima sepanjang waktu. Menurut Atkinson (1987) para ahli psikologi berpendapat bahwa memorilah yang memberikan kepada manusia rasa kesatuan yang menjadi tempat setiap pendapat tentang manusia, karena pada saat itu manusia berpikir tentang apa artinya manusia.

Dari beberapa definisi diatas pembaca dapat menarik kesimpulan sesuai dengan keinginan, tergantung akan mulai darimana kita menarik sebuah kesimpulan tersebut. Yang jelas menurut Ellis dan Hunt 1993 dalam (Suharnan, 2005) ingatan menjadi sesuatu yang sangat penting didalam proses kognitif manusia, karena memori berfungsi untuk mengingat kembali apa yang pernah dialami dan dipelajari.

Mungkin diantara kita ada yang mengira bahwa orang-orang zaman dulu tidak terlalu membutuhkan memori karena tidak banyak yang harus dihafal (jika dibandingkan dengan sekarang. Anak Sekolah Dasar saja sudah bingung dengan hafalan pelajaran di sekolah yang overload, karena kurikulum yang belum jelas orientasinya dan belum melihat individu sebagai individu yang unik. Individu masih dianggap sebagai objek yang harus menerima perlakuan yang sama tanpa melihat bakat dan minatnya). Tapi kenyataannya orang-orang zaman dulu juga sangat membutuhkan memori dan juga mengalami masalah mengingat, karena pada dasarnya semua aktifitas manusia itu tidak dapat terlepas dari memori atau ingatan. Karena begitu penting ingatan sampai-sampai bangsa Mesir, Yunani & Romawi Kuno menciptakan dewa ingatan, yaitu dewa Mnemosyne, dewa inilah yang dipercaya membantu mereka untuk mengingat.
Bahkan pada zaman dulu telah dikenal sebuah metode mengingat yang disebut dengan metode lokus, yaitu metode mengingat dengan membayangkan. Metode ini konon ditemukan oleh seorang penyair Yunani yang bernama Simonides tahun 477 SM. Pada suatu ketika Simonides menghadiri suatu pesta dan tiba-tiba atap bangunan yang digunakan pesta tersebut roboh. Banyak yang meninggal dalam peristiwa tersebut, karena tubuh para korban rusak maka sangat sulit untuk mengidentifikasi identitas mereka. Pada saat itulah Simonides mengingat para tamu yang hadir dengan membayangkan orang-orang yang ada ditempatnya masing-masing disekeliling meja dalam pesta itu. Karena keberhasilan Simonides untuk mengingat identitas para korban, maka sejak itu cara Simonides mengingat ini disebut metode lokus (Herman, 1996).

ditulis oleh: Suhadianto, S.Psi

DAFTAR BACAAN:
THE NEW ENCYCLOPEDIA BRITANICA, 1994.

Ensiklopedia Nasional Indonesia (Jakarta:Cipta Adi Pustaka, 1990).

Boby De porter & Mike Hernarcki, Quantum Learning, (Bandung:Kaifa, 1999).

Dali Gulo, Kamus Psikologi, (Bandung:Tonis, 1982).

Suharnan, Psikologi Kognitif, (Surabaya:Srikandi, 2005).

Eric Jensen & Karen Markowitz, Otak Sejuta Gigabyte, (Bandung:Kaifa, 2002).

John W. Santrock, Perkembangan Masa Hidup Jilid-2, (Jakarta:Erlangga, 199).

Rita L. Atkinson, dkk, Introduction To Psychology, (Surabaya:Interaksara, 1987).

Douglas J. Herman, Daya Ingat Super, (Jakarta;Pustaka Delaprasata, 1996).

ARTIKEL INI JUGA DAPAT DILIHAT DI
SUHADIANTO.BLOGSPOT.COM.

ARTIKEL TERKAIT:

PERSEPSI ANGGOTA TENTANG PERAN PEMIMPIN
.


0 Responses to “MEMORI DAN DEWA MNEMOSYNE”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


PROFIL PENULIS

Suhadianto, S.Psi,M.Psi, Psikolog Dosen Fakultas Psikologi UNTAG 1945 Surabaya------Dosen LB Fakultas Psikologi dan Kesehatan UINSA Surabaya

ARSIP ARTIKEL TERDAHULU

Masukkan Code ini K1-89CB9F-A untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com