11
Des
08

PERKELAHIAN GANK NERO DALAM PERSPEKTIF PSIKOANALISA

LATAR BELAKANG
Mungkin belum hilang dari memori kita. Beberapa bulan lalu sering muncul dalam pemberitaan di televisi mengenai perkelahian yang terjadi pada gank nero (sekelompok gank yang semua anggotanya adalah remaja putri). Rasanya ngeri jika kita membayangkan kembali peristiwa itu. Bayangkan, sekelompok remaja putri yang saling memukul, menghantam, menjambak rambut, menendang, dan mengumpat layaknya remaja laki-laki. Siapapun yang melihat pasti ngeri dan nyebut sembari ngelus dodo, apalagi orang tua remaja-remaja putri yang terlibat dalam perkelahian itu. Lalu apa sebenarnya yang terjadi pada mereka? Siapa yang salah?

KENAKALAN PADA REMAJA PUTRI
Beberapa penelitian yang ada menunjukkan bahwa remaja putra dan remaja putri, memiliki potensi yang sama dalam berperilaku delinkuen, yang membedakan hanyalah bentuk-bentuk dari perilaku delinkuen itu. Paul W. Tappan menegaskan bahwa kenakalan dapat dilakukan baik oleh remaja laki-laki, maupun remaja perempuan yang membedakan hanyalah bentuknya saja. Menurut hasil penelitian Paul W. Tappan perbuatan melarikan diri dari rumah, mencuri, sikap membandel, melanggar lalu lintas dijalan, bergelandangan, dan penggelapan lebih banyak dilakukan oleh anak laki-laki. Sedangkan perbuatan-perbuatan seperti: pelanggaran terhadap ketertiban umum, pelanggaran kesusilaaan mislanya: melakukan persetubuhan diluar perkawinan sebagai akibat pergaulan bebas banyak dilakukan oleh anak perempuan (Atmasasmita, 1985).
Pada kasus perilaku seksual diluar nikah menurut penelitian Darling, Kallon & Van Duesen (1984) jumlah kasus perilaku seks diluar nikah antara remaja putra dengan dengan remaja putri pada tahun 1970 sampai dengan 1980-an adalah seimbang bahkan dalam hal berkencan menurut Duck (1975) remaja perempuan memiliki keinginan yang lebih kuat untuk penjajakan keintiman dan kepribadian dalam berkencan dari pada remaja laki-laki (Santrock, 1995).

Dari hasil penelitian di atas kiranya telah cukup jelas, bahwa pada dasarnya perilaku kenakalan, termasuk perkelahian, adalah sangat mungkin dilakukan oleh remaja putra maupun oleh remaja putri. Kalau demikian adanya lalu sekali lagi apa yang terjadi pada para remaja putri yang terlibat perkelahian? Dan siapa yang harus disalahkan?

KEPRIBADIAN DALAM PERSPEKTIF PSIKOANALISA
Psikoanalisa merupakan salah satu aliran dalam Psikologi yang berpandangan bahwa manusia lahir telah membawa warisan (kecerdasan, libido sexual/dorongan-dorongan perilaku yang berorientasi pada kesenangan) dari orang tua yang melahirkan, dari gagasannya ini psikoanalisa dapat digolongkan dalam aliran nativisme lawan dari empirisme yang beranggapan manusia lahir bagaikan kertas putih tanpa membawa warisan dari orang tua.
Aliran psikoanalisa yang dipelopori oleh Sigmund Freud ini berpendapat bahwa struktur kepribadian terdiri dari id (dorongan, nafsu, libido sexual), Ego (Diri), dan Superego (Nilai-nilai). Dimana menurut Freud superego berisi nilai-nilai atau aturan-aturan yang diperoleh individu dari orang tua dan lingkungan. Jelasnya nilai-nilai yang ada pada diri individu merupakan introyeksi dari nilai-nilai sosial, agama, & maupun nilai-nilai masyarakat.

Menurut gagasan Freud dinamika kepribadian adalah bagaimana ketiga energi dalam diri (id, ego, dan superego) dimanfaatkan oleh individu yang bersangkutan. Jelasnya perilaku-perilaku individu yang merupakan cerminan dari kepribadian seseorang, dimana antara satu orang dengan yang lain akan dapat bersikap dan berperilaku yang berbeda dalam situasi yang sama, adalah ditentukan oleh bagaimana individu tersebut memanfaatkan ketiga energi diatas. Jika individu lebih didominasi oleh id atau nafsu maka perilaku yang muncul tidak realistis dan bertentangan dengan kenyataan. Jika perilaku individu lebih didominasi oleh ego maka perilaku yang muncul akan egois, hanya mementingkan diri sendiri dan bisa bertentangan dengan norma. Jika perilaku individu lebih didominasi oleh superego maka perilaku yang muncul akan kaku, tidak bertentangan dengan nilai-nilai agama tapi bertentangan dengan realitas.

Menurut Freud perilaku yang normal, adalah perilaku yang tidak didominasi oleh salah satu dari tiga energi yang ada. Sebaliknya perilaku yang normal adalah perilaku yang tidak mengabaikan id, ego, dan superego. Dengan kata lain penggunaan ketiga energi tersebut proporsional, karena jika tidak proporsional individu akan mengalami ketegangan dan ketegangan ini sewaktu-waktu akan muncul kepermukaan dalam bentuk perilaku-perilaku mal-adaptif. Sekedar mengingatkan Freud adalah tokoh Psikologi yang Filosof, sehingga gagasan-gagasannya masih kental dengan dunia filsafat yang abstrak dan susah dimengerti. Untuk lebih memahami, penulis menyarankan pembaca untuk membaca buku psikoanalisis Sigmund Freud yang merupakan terjemahan dari karya Freud A General Introduction to psychoanalysis, diterbitkan oleh Ikon.

PERKELAHIAN GANK NERO DALAM PERSPEKTIF PSIKOANALISA
Dalam pandangan psikoanalisa, mengapa para remaja putri yang tergabung dalam gank nero sampai melakukan perkelahian. Tidak lain adalah disebabkan oleh adanya dominasi energi id (nafsu, libido sexual) pada diri individu-individu yang tegabung dalam gank nero, sehingga perilaku yang muncul tidak sesuai dengan realitas (Tidak biasa remaja putri berkelahi) dan tidak sesuai dengan nilai-nilai dalam masyarakat dan atau agama. Dominasi energi id yang terjadi dalam diri individu disebabkan oleh lemahnya energi ego dan superego, karena pada dasarnya kemunculan perilaku menurut Freud selalu dilatar belakangi oleh dialog antara id, ego dan superego. Apabila ego dan superego yang dimiliki individu tidak adekuat maka dalam proses dialog akan selalu dimenangkan oleh id dan perilaku yang muncul akan selalu didominasi oleh tujuan-tujuan untuk memperoleh kesenangan, yang merupakan prinsip kerja id.
Lalu siapa yang salah?
Dalam kasus perkelahian ini, tidak serta merta remaja yang harus disalahkan, karena masa remaja adalah masa yang penuh goncangan, masa pencarian identitas, dimana jika tidak didampingi oleh para pendidik dan orang tua remaja akan muda terjerumus pada perilaku-perilaku negatif.

Dalam hal ini orang tua juga patut disalahkan, karena pada dasarnya kemunculan perilaku perkelahian tersebut adalah diakibatkan oleh lemahnya nilai-nilai yang ada pada diri individu (superego) sehingga perilaku-perilaku yang muncul lebih didominasi oleh nafsu (id). Seperti yang sudah dijelaskan diatas bahwa nilai-nilai yang ada pada diri individu adalah merupakan introyeksi dari nilai-nilai sosial, masyarakat dan agama yang diperoleh melalui pendidikan orang tua.

BACAAN YANG MENDUKUNG
Romli Atmasasmita, Problem-problem Kenakalan Anak atau Remaja, (Bandung:Armiko, 1985).

John W. Santrock, Perkembangan Masa Hidup jilid 2. Terjemahan oleh Juda Damanika & Ach. Chusairi, (Jakarta:Erlangga, 1995).

E. B. Hurlock, Psikologi Perkembangan Edisi ke-5, (Jakarta:Erlangga, 1993).

Freud, A General Introduction to Psychonalysis, terj. Oleh Ira Puspitorini, (Yogyakarta:Ikon, 2002).


0 Responses to “PERKELAHIAN GANK NERO DALAM PERSPEKTIF PSIKOANALISA”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


PROFIL PENULIS

Suhadianto, S.Psi,M.Psi, Psikolog Dosen Fakultas Psikologi UNTAG 1945 Surabaya------Dosen LB Fakultas Psikologi dan Kesehatan UINSA Surabaya

ARSIP ARTIKEL TERDAHULU

Masukkan Code ini K1-89CB9F-A untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com