10
Des
08

DEFINISI REMAJA

Ada beberapa definisi mengenahi remaja, Hurlock dalam bukunya Psikologi Perkembangan mendefinisikan masa remaja sebagai masa penuh kegoncangan, taraf mencari identitas diri dan merupakan periode yang paling berat (Hurlock, 1993). Zakiah Darajad mendefinisikan remaja adalah masa peralihan, yang ditempuh oleh seseorang dari anak-anak menuju dewasa, meliputi semua perkembangan yang dialami sebagai persiapan memasuki masa dewasa (Darajad, 1990). Zakiah Darajad dalam bukunya yang lain mendefinisikan remaja sebagai tahap umur yang datang setelah masa anak-anak berakhir, ditandai oleh pertumbuhan fisik yang cepat yang terjadi pada tubuh remaja luar dan membawah akibat yang tidak sedikit terhadap sikap, perilaku, kesehatan, serta kepribadian remaja (Darajad, 1995). Hasan Bisri dalam bukunya Remaja Berkualitas, mengartikan remaja adalah mereka yang telah meninggalkan masa kanak-kanak yang penuh dengan ketergantungan dan menuju masa pembentukan tanggung jawab (Bisri, 1995).
Dari beberapa definisi diatas dapat ditar ik suatu kesimpulan masa remaja adalah masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa, karena pada masa ini remaja telah mengalami perkembangan fisik maupun psikis yang sangat pesat, dimana secara fisik remaja telah menyamai orang dewasa, tetapi secara psikologis mereka belum matang sebagaimana yang dikemukakan oleh Calon (1953) masa remaja menunjukkan dengan jelas sifat-sifat masa transisi atau peralihan karena remaja belum memiliki status dewasa tetapi tidak lagi memiliki status anak-anak (Monsk, 2002). Perkembangan fisik dan psikis menimbulkan kebingungan dikalangan remaja sehingga masa ini disebut oleh orang barat sebagai periode sturm und drung dan akan membawah akibat yang tidak sedikit terhadap sikap, perilaku, kesehatan, serta kepribadian remaja.
Lebih jelas pada tahun 1974, WHO memberikan definisi tentang remaja secara lebih konseptual, sebagai berikut (Sarwono, 2001):
Remaja adalah suatu masa dimana:
Individu berkembang dari saat pertama kali ia menunjukkan tanda-tanda seksual sekundernya sampai saat ia mencapai kematangan seksual.
Individu mengalami perkembangan psikologik dan pola identifikasi dari kanak-kanak menjadi dewasa.
Terjadi peralihan dari ketergantungan sosial-ekonomi yang penuh kepada keadaan yang relatif lebih mandiri.
Jelasnya remaja adalah suatu periode dengan permulaan dan masa perlangsungan yang beragam, yang menandai berakhirnya masa anak dan merupakan masa diletakkannya dasar-dasar menuju taraf kematangan. Perkembangan tersebut meliputi dimensi biologik, psikologik dan sosiologik yang saling terkait antara satu dengan lainnya. Secara biologik ditandai dengan percepatan pertumbuhan tulang, secara psikologik ditandai dengan akhir perkembangan kognitif dan pemantapan perkembangan kepribadian. Secara sosiologik ditandai dengan intensifnya persiapan dalam menyongsong peranannya kelak sebagai seorang dewasa muda.
Mengenahi umur masa remaja, ahli-ahli ilmu jiwa tidak mempunyai kata sepakat tentang batasan umur yang jelas dan dapat disetujui bersama sebab dalam kenyataannya konsep remaja ini baru mulai muncul pada abad ke-20. Menurut Powel, masa remaja digolongkan: “Pre adolescence, from ten to twelve years; early adolescence from thirteen to sixteen, and late adolescence, from seventeen to twenty one years (Mulyono, 1995). Leulla Cole menyebutkan masa adolescence dan membagi menjadi tiga tingkata, yaitu: “early adolescence 13 to 15 years, middle adolescence 16 to 18 years, late adolescence 19 to 21 (Mulyono, 1995). Sedang WHO menetapkan batas usia 10-20 tahun sebagai batasan usia remaja (Sarwono, 1995).
Kaplan & Sadock dalam bukunya Sinopsis Psikiatri, menyebutkan fase remaja terdiri atas remaja awal (11-14 tahun), remaja pertengahan (14-17 tahun), dan remaja akhir (17-20) tahun. Sementara F.J. Monks berpendapat bahwa secara global masa remaja berlangsung antara 12 – 21 tahun, dengan pembagian 12 – 15 tahun: masa remaja awal, 15 – 18 tahun: masa remaja pertengahan, 18 – 21 tahun masa remaja akhir (Monsk, 2002). Dari beberapa pendapat diatas dapat dibuat suatu batasan usia remaja adalah dimulai dari umur 10 – 21 tahun.

DAFTAR PUSTAKA
E. B. Hurlock, Psikologi Perkembangan Edisi ke-5, (Jakarta:Erlangga, 1993).

Zakiah Darajad, Remaja Harapan dan Tantangan, (Jakarta:Ruhana, 1995).

Zakiah Darajad, Ilmu Jiwa Agama, (Jakarta:Bulan Bintang, 1970).

F.J. Monks, dkk, Psikologi Perkembangan, (Yogyakarta:Gadjah Mada University Press, 2002).
Sarlito Wirawan Sarwono, Psikologi Remaja, (Jakarta:Radja Grafindo Persada, 2001).
Hasan Bisri, Remaja Berkualitas, (Yogyakarta:Pustaka Pelajar, 1995).

About these ads

12 Responses to “DEFINISI REMAJA”


  1. 1 sasa
    Juni 19, 2009 pukul 2:44 am

    siipppp…. dech…

    ni yang q cari.
    btw da lagi yang laen ga…
    definisi kenakalan remaja, mungkin…
    atawa definisi keluarga, boleh juga tuh….

    btw, thank’s infonya.
    oya, boleh ga? kalo artikel ente q jadiin referensi skripsi q? coz q pucing kalo musti cari buku.
    bukan masalah harganye, tapi sulitnya setengah mati.
    keburu waktu q abiz, tau…

    btw boleh, kan…
    boleh ya…
    ente cakep dech…
    he….he….he….

    Sasa
    bip.sasa@yahoo.com

  2. 2 rosalina
    September 2, 2009 pukul 10:23 pm

    aku butuh banget nih penelitian tentang remaja yang ada hubungannya dengan intensitas menonton film porno dengan perilaku gaya berpacaran di kalangan remaja itu sendiri..
    kalo ada tolong di share ya ke emailku ato di cantumkan di blog ini..
    aku butuh banget buat referensi skripsi nih..

    thank’s a lot..

  3. 3 anita widiyaningsih
    Oktober 5, 2009 pukul 12:30 pm

    banyak sekarang gaya pacaran mulai berani di kalangan remaja sekarang
    klo seorang remaja itu ciuman dengan pacarnya
    apakah seorang remaja tersebut akan ada perubahan fisiknya setelah ia ciuman pada bibir

  4. 4 nisa
    November 11, 2009 pukul 1:24 am

    terimakasih banyak atas info nya,
    info yg lain ditunggu y……………………………….

  5. Januari 5, 2010 pukul 1:06 am

    makasih, gan…
    :cendol

    two thumbs up…
    minta izin tuk d share…

  6. 6 azhul
    Januari 17, 2010 pukul 10:39 am

    gw gi butuh bangetz neh referensi buat Karya Tulis Ilmiah gw tentang pola pikir remaja terhadap tayangan-tayangan tv.tolong kirim ke email gw yah…!!!musti dikumpul tgl 7 Feb neh,dah kepepet bangetz. thanks b4 en after…

  7. 7 eLLa
    Maret 11, 2010 pukul 3:37 am

    smG ni bS membanTu aQ nyelesaiin KTI aQ…..amiN….
    Mksh YaCh…..

  8. 8 aris
    November 2, 2010 pukul 4:11 am

    makasi referensi_bleh d_ambl ya buat tugas.. :)

  9. 9 Habe
    November 3, 2010 pukul 6:19 pm

    Terima kasih banyak yahhhh… Lengkap dengan daftar pustaka nya… Sekali lagi terima kasihh banyakkk… :)

  10. 10 isti
    Desember 11, 2010 pukul 10:01 am

    thanks ya… pas banet buat bahan materi dalam pembuatan tugas akhirku

  11. 11 rani
    April 2, 2011 pukul 2:12 am

    heeeeeeeeeeem sangat puas dengam mmbaca ini……….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


PROFIL PENULIS

Suhadianto, M.Psi, Psikolog Lahir di Lamongan 16 Maret 1983. Kegiatan sehari hari sebagai Dosen di Prodi Psikologi UIN Sunan Ampel Surabaya, Guru BK SMP Ta'miriyah Surabaya, Terapis untuk Anak Berkebutuhan Khusus dan sekaligus Trainer For Terapis Autis di Quantum Special Need Training Center Surabaya. MONGGO SILAHKAN BACA TULISAN-TULISAN TERBARU SAYA DI http://www.suhadianto.co.cc

ARSIP ARTIKEL TERDAHULU

Masukkan Code ini K1-89CB9F-A untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: